• Home
  • Stock Ideas
  • Education
  • Chart
  • Fundamental
  • Screening

CONTACT US

Envelope Whatsapp Instagram
Bos Bank Mandiri (BMRI) Ungkap Nasib Perjanjian Restrukturisasi Utang Waskita (WSKT)
12/09/2023
Pola Candlestick Reversal Ini Bisa Bikin Kamu Cuan!
Pola Candlestick Reversal Ini Bisa Bikin Kamu Cuan!
12/09/2023

MIDI Tambah Investasi di Lawson untuk Ekspansi Agresif

Published by Jago Saham on 12/09/2023
Categories
  • Investing Ideas
Tags

MIDI Tambah Investasi di Lawson untuk Ekspansi Agresif

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menambah investasi di PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS), anak usahanya yang mengoperasikan toko Lawson di Indonesia. Investasi tambahan ini dilakukan dengan nilai Rp70 miliar dengan harga pelaksanaan Rp966 per saham. Investasi ini dilakukan untuk mempertahankan kepemilikan MIDI di LWS sebesar 70%.

MIDI telah melakukan ekspansi agresif toko Lawson di Indonesia sejak kuartal III tahun 2022, terutama setelah mereka meluncurkan format store-in-store pada bulan Juni 2022. Hingga Agustus 2023, mereka telah membuka 365 toko Lawson baru (58% dengan format store-in-store), sejalan dengan target mereka untuk membuka 500 toko Lawson baru pada tahun 2023. MIDI menyebutkan bahwa mereka akan lebih fokus untuk ekspansi Lawson (500 pembukaan) dan toko Alfamidi (200 pembukaan) tahun ini, daripada ekspansi AlfaSuper dan AlfaFresh. Selain itu, MIDI juga akan tetap fokus pada ekspansi toko terlebih dahulu, daripada marginnya. Namun, dengan semakin banyak toko yang dibuka dan ekonomi skala, MIDI pada akhirnya dapat menekan dan menegosiasikan ulang dengan principal untuk mengurangi biaya.

Per kuartal I tahun 2023, Lawson berkontribusi 5,7% dari top-line MIDI dan menargetkan untuk meningkat hingga 8% tahun ini. Dengan 70% pendapatan Lawson berasal dari makanan siap saji (~50% dari Odeng), Lawson dapat mencapai margin kotor (GPM) hingga sekitar 40% (setelah pengurangan susut/limbah sekitar 10%). Ini lebih tinggi dibandingkan dengan Alfamidi dengan GPM 20-21%, dan AlfaFresh dengan GPM 25%. Dengan lebih sedikit belanja modal melalui store-in-store dan periode pengembalian yang lebih cepat (3 tahun) dibandingkan dengan Alfamidi (7-10 tahun), fokus pada ekspansi Lawson dapat berpotensi lebih meningkatkan margin dan pertumbuhan MIDI.

Pada intinya, MIDI menambah investasi di Lawson untuk mendukung ekspansi agresif toko Lawson di Indonesia. Ekspansi ini dilakukan dengan fokus pada format store-in-store yang lebih hemat biaya dan memiliki periode pengembalian yang lebih cepat. MIDI menargetkan kontribusi Lawson dari top-line  meningkat menjadi 8% tahun ini, dengan GPM hingga 40%. Ekspansi Lawson ini diyakini dapat meningkatkan margin dan pertumbuhan MIDI secara keseluruhan.

Source : CGS-CIMB Research Report

Share
1
Jago Saham
Jago Saham

Related posts

Kenaikan Harga Minyak Brent: Dampaknya pada Inflasi Indonesia & Pergerakan Rupiah

Kenaikan Harga Minyak Brent: Dampaknya pada Inflasi Indonesia & Pergerakan Rupiah

13/09/2023

Kenaikan Harga Minyak Brent: Dampaknya pada Inflasi Indonesia dan Pergerakan Rupiah


Read more

Comments are closed.

Jago Saham

Media one stop solution dalam belajar saham, interaktif, tanya jawab, dan referensi terkait saham dan pasar modal secara luas.

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Terdaftar dan diawasi oleh :


CONTACT US

Envelope Whatsapp Instagram

Copyright, Jago Saham 2023, All rights reserved.

Cleantalk Pixel

WhatsApp us